Serba-Serbi > Siaran Pers

Sudah sejak tahun 2010, PAM JAYA menjalin hubungan baik dengan pihak Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta. Pagi ini, Kamis 23 Maret 2017 Direktur Utama PAM JAYA Erlan Hidayat bersama dengan Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta Tony T. Spontana menandatangani MoU kerjasama di Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara.

“maksud kedatangan kami kesini adalah untuk menjalin kerjasama dalam bidang Keperdataan dan Tata Kelola Perusahaan dengan pihak Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta atas segala upaya PAM JAYA dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat” ujar Erlan Hidayat.

Saat ini, PAM JAYA sedang melakukan banyak kegiatan optimasi pelayanan air bersih bagi masyarakat DKI Jakarta, hal tersebut tentu membutuhkan dukungan dari berbagai pihak salah satunya yaitu dukungan hukum dari Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta. Erlan menambahkan bahwa ada beberapa isu seperti restrukturisasi kontrak kerjasama dengan mitra swasta yang tengah dilaksanakan oleh PAM JAYA menjadi contoh bahwa dukungan hukum sangat diperlukan, terlebih adanya amanat Mahkamah Konstitusi yang tertuang di dalam Peraturan Pemerintah nomor 122 tahun 2015 tentang Sistem Penyediaan Air Minumdimana pengelolaan air bersih dilakukan oleh pemerintah dalam hal ini adalah PDAM sebagai bagian dari Pemerintah Daerah. Hal ini tentu menguatkan upaya PAM JAYA dalam mengelola kembali air di Jakarta.

 “Jika berbicara masalah air maka PAM JAYA dapat menjawabnya, kalau berbicara masalah hukum, PAM JAYA masih membutuhkan bantuan dari pihak yang lebih ahli” jelas Erlan Hidayat. Isu lain yang perlu konsultasi dan asistensi hukum yaitu draft Raperda penggabungan PAM JAYA dan PAL JAYA yang sedang dibahas oleh DPRD DKI Jakarta.

Ketergantungan air baku PAM JAYA pada daerah diluar Jakarta menjadi perhatian khusus bagi PAM JAYA. Seperti yang diketahui bahwa hanya sekitar 4% dari total seluruh sumber air baku PAM JAYA yang berasal dari sungai-sungai di Jakarta. Hal ini disebabkan karena tingkat pencemaran air sungai di Jakarta sudah sangat mengkhawatirkan sehingga perlu perlakuan khusus dalam mengelola limbah-limbah yang mengalir ke sungai baik itu limbah domestik maupun limbah industri. Dengan adanya penggabungan PAM JAYA dan PAL JAYA ini diharapkan dapat menjadi awal sebuah solusi yang terintegrasi bagi penanganan air di Jakarta.

Selain itu, Good Corporate Governance di PAM JAYA juga perlu terus di pupuk dan dipertahankam kesesuaiannya, sehingga segala bentuk administrasi dapat lebih baik dan tertata khususnya mengenai aset-aset PAM JAYA. “berkat kerjasama dengan pihak Kejaksaan, PAM JAYA dapat mengatasi beberapa permasalahan administrasi kepemilikan aset dengan baik, kami sangat berterimakasih sekali kepada pihak Kejaksaan” tambah Erlan.

Jakarta, 23 Maret 2017

Humas PAM JAYA

Tweet




Copyright © 2015, PAM JAYA