Serba-Serbi > Siaran Pers

Jakarta, 18 Januari 2017, Kementerian PU dan Perumahan Rakyat bersama dengan Pemprov DKI Jakarta menandatangani Berita Acara Serah Terima Pengelolaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dengan Teknologi Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) di Pulau Untung Jawa Kepulauan Seribu. Penandatanganan dilakukan oleh Kepala Satuan Kerja Sistem Penyediaan Air Minum Strategis, Rachmad Budi Siswanto, bersama dengan Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta, Saefullah yang disaksikan oleh Plt. Gubernur DKI Jakarta, Sony Sumarsono serta Direktur Utama PAM JAYA, Erlan Hidayat. Sistem Penyediaan Air Minum Ini akan dikelola, oleh PAM JAYA selaku BUMD milik Pemprov DKI Jakarta di bidang Pelayanan Air.

Pulau Untung Jawa adalah salah satu pulau di Kabupaten Kepulauan Seribu yang merupakan bagian dari Wilayah Provinsi DKI Jakarta yang perlu mendapatkan pelayanan air bersih yang layak dengan gambaran umum kondisi eksisting saat itu sebagai berikut:

  • Luas lahan: 40 hektar
  • Jumlah kepala keluarga: 492 KK
  • Kondisi geografis pesisir dengan penghasilan sebagai nelayan
  • Dapat diakses dari Tanjung Pasir, Marina Ancol dan Muara Angke
  • Merupakan salah satu tujuan wisata
  • Sumber air berasal dari air hujan, air tanah yang payau, dan pengolahan BWRO yang sangat terbatas.

Berdasarkan kondisi tersebut, untuk memenuhi kebutuhan air bagi penduduk di Pulau Untung Jawa, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bekerjasama dengan Pemerintah Pusat Kementerian PU & Pera membangun Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dengan Teknologi Reverse Osmosis (RO) yang dapat mengolah air laut menjadi air layak minum.

Kerjasama Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Pulau Untung Jawa dengan Teknologi Reverse Osmosis (RO) dimulai pada tahun 2014 yang meliputi :  

  1. Penyediaan lahan dan perijinan oleh Pemda DKI Jakarta
  2. Pembangunan infrastruktur oleh Kementerian PU & PR meliputi:
  • Pembangunan IPA SWRO kapasitas 2,5 liter/ detik
  • Pembangunan jaringan distribusi panjang 6.894 meter
  • Pemasangan 250 Sambungan Rumah (SR)
  1. Pembangunan dan pengembangan infrastruktur oleh PAM JAYA:
  • Pemasangan jaringan distribusi ± 1.740 meter
  • Pemasangan Sambungan Rumah dengan target 200 SR

    Pembangunan IPA dengan sistem SWRO merupakan salah satu solusi yang tebaik di pulau kritis air dengan memanfaatkan satu-satunya sumber air baku yang tersedia yaitu air laut.

    Proses pengolahan air dengan teknologi Reverse Osmosis dimulai dari pengambilan air baku dari laut yang disaring melalui Micro Filtrasi untuk mengurangi butiran-butiran polutan yang diolah dengan membran Ultra Filtrasi (UF) untuk mengurangi kekeruhan dan proses terakhir adalah pemisahan garam-garam dengan membran Reverse Osmosis yang selanjutnya ditampung di reservoir bawah dan reservoir atas untuk didistribusikan ke pelanggan melalui jaringan perpipaan.

    Kualitas air yang dihasilkan dari pengolahan SWRO merupakan kualitas air minum sesuai dengan standar air minum yang mengacu pada Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 492/Menkes/Per/IV/2010 tentang Persyaratan Kualitas Air Minum.

    Saat ini jumlah sambungan rumah yang siap dilayani sebanyak 310 pelanggan dan ditargetkan akan bertambah sebanyak 152 pelanggan di tahun 2017 ini.

    Dari aspek pelanggan, PAM JAYA telah menerima pendaftaran calon pelanggan tanpa dikenakan biaya sambungan dan biaya administrasi (gratis) untuk kategori Rumah Tangga, dengan hanya membayar Uang Jaminan Pelanggan (UJL) sebesar Rp. 35.000,-

    Dengan telah selesainya pembangunan SPAM SWRO dan ditandatanganinya Berita Acara Serah Terima Pengelolaan, diharapkan fasilitas SWRO dapat dikelola dengan baik oleh PAM JAYA dengan alih teknologi dan pelatihan kepada tenaga PAM JAYA dari Kementerian PU & Pera sehingga PAM JAYA dapat melayani masyarakat secara berkesinambungan.



Tweet




Copyright © 2015, PAM JAYA