Serba-Serbi > Berita

Jakarta - Indonesia menjalin kerja sama dengan Denmark dalam peningkatan kapasitas melalui para ahli di bidangnya dan transfer teknologi untuk pengelolaan sampah menjadi energi dan penanganan air.

Hal tersebut dituangkan dalam letter of intent (LOI) antara Indonesia dan Denmark di Museum Bahari, Jakarta, Selasa (2/5).

Sebelum penandatanganan dilakukan, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya dan Menteri Kerja Sama Pembangunan Denmark Ulla Tørnæs meninjau dan menyusuri Teluk Jakarta untuk melihat kondisi pencemaran yang terjadi dan didominasi sampah plastik.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya mengatakan, konsep yang dibuat adalah bagaimana sampah bisa menjadi sumber daya atau energi.

Menurut Menteri Siti, tingkat ketercemaran laut di pantai utara DKI ini tergolong berat. Hasil pengamatan bersama Ms Ulla, di beberapa titik masih dijumpai sampah yang mengapung di permukaan laut. Warna air laut pun sangat keruh dan kotor.

"Kita dapat membayangkan, betapa besarnya tantangan yang dihadapi Indonesia dalam pengelolaan sampah dan air," katanya.

Ia mengungkapkan, Indonesia siap dengan transfer pengalaman dan teknologi dari Denmark. Tentunya teknologi yang disesuaikan dengan kondisi Indonesia.

Menurut data nasional dan profil dasar limbah padat, produksi sampah di Indonesia saat ini mencapai 64 juta ton per tahun. Tahun 2025, pemerintah menargetkan pengurangan sampah sebesar 30 persen atau 20,9 juta ton/tahun.

Sedangkan target penanganan sampah sebesar 70 persen atau 49, 9 juta ton/tahun. Komposisi sampah di Indonesia terbagi menjadi organik 60 persen, plastik 15 persen, kertas 10 persen, dan lainnya (metal, kaca, kain, kulit) 15 persen.

Dengan kondisi tersebut, Indonesia memiliki peluang yang sangat besar untuk menghasilkan energi dari sektor sampah.

LOI juga diharapkan menjadi tanda dimulainya pola kerja sama baru antara kedua negara dalam bidang pengelolaan sampah dan air.
Pemerintah Indonesia terbuka dengan segala investasi untuk keperluan dan kepentingan Indonesia termasuk pengelolaan sampah.

"Presiden menegaskan berkali-kali bahwa sampah adalah problem bagi kita, kalau sampah bisa menjadi resources dan ada investornya yang baik, kita welcome," ucapnya.

Saat ini, Denmark telah mampu mendaur ulang sampahnya hingga 70 persen, dan mengubahnya menjadi energi.

Menteri Kerja Sama Pembangunan Denmark Ulla Tørnæs mengatakan,
bentuk kerja sama ini adalah Government to Government (G2G) Cooperation dimana akan ada pakar dari Denmark yang ditugaskan di Indonesia.

Rencananya, pakar tersebut akan mulai bekerja di Indonesia bulan Juli 2017 mendatang. "Tujuan kerja sama ini adalah transfer teknologi dan pengetahuan, juga berkontribusi mengembangkan solusi pengelolaan sampah dan air," katanya.

Menurutnya, Indonesia memiliki tantangan dalam pengelolaan sampah. Denmark punya pengalaman dan solusi yang bisa dibagikan kepada Indonesia.

Ari Supriyanti Rikin/YUD

Suara Pembaruan

Sumber http://www.beritasatu.com/iptek/428433-indonesiadenmark-kerja-sama-penanganan-sampah-dan-air.html



Tweet




Copyright © 2015, PAM JAYA