Serba-Serbi > Berita

Bisnis.com, JAKARTA- Wakil Ketua Balegda DPRD DKI Jakarta Merry Hotma mengatakan rancangan peraturan daerah atau Raperda terkait merger PAM Jaya dan PAL Jaya masih jauh dari harapan.

"Raperda yang disampaikan ke kami itu sifatnya masih jangka pendek. Dan kelihatannya cost yang dibutuhkan untuk membangun infrastruktur, pipanisasi dan lainnya masih jauh," ujarnya, Selasa (25/4/2017).

Dia mengatakan dari eskekutif, pihaknya telah menerima laporan bahwa kemampuan pembangunan infrastruktur sesuai kebutuhan PAM dan PAL Jaya baru mencapai 1/6 saja.

"Kami ingin raperda yang diajukan adalah sebuah grand design jangka panjang karena menyatukan PAM dan PAL ini adalah sebuah kebutuhan yang besar," katanya.

Dia menuturkan anggaran untuk perusahaan setelah merger ke depan bisa mencapai Rp86 triliun untuk 20 tahun mendatang. Dia berharap ke depan juga bisa menarik investor swasta sehingga bisa meringankan beban anggaran daerah.

"Kami ingin nantinya ada bisnis yang menarik investor setelah merger dilakukan, karena dari PAM dan PAL ini banyak yang bisa digali untuk dikembangkan menjadi sebuah bisnis strategis," tuturnya.

Merry menambahkan hal sulit dari rencana merger PAM dan PAL Jaya adalah pertama karena rencana tersebut tergolong baru dilakukan di Jakarta, kedua dia menilai karena sumber daya manusianya yang lemah dari sisi perencanaan.

"Misalkan begini, selama 20 tahun berdiri, PAL Jaya sudah membuat apa, kan tidak banyak. Apakagi jika nanti digabung, bagaimana teknis perencanaan mereka, bagaimana perawatan dan pengawasannya," ujarnya.

Editor : Rustam Agus

Sumberhttp://jakarta.bisnis.com/read/20170425/384/647905/dprd-dki-merger-pam-pal-masih-jauh-dari-harapan



Tweet




Copyright © 2015, PAM JAYA