Kemarau Mulai pengaruhi Suplai Air Baku PAM
Jakarta, detik.com - Beberapa daerah mulai mengalami kekeringan akibat panjangnya musim kemarau tahun ini. Kemarau juga mulai mempengaruhi pasokan air baku yang akan diolah menjadi air bersih oleh PT PAM Lyonnaise Jaya (PALYJA).

"Saat ini memang suplai air baku PALYJA dari Kanal Tarum Barat menurun sekitar 8-10%. Hal ini selain musim kemarau juga dipengaruhi oleh adanya pekerjaan pembangunan Syphone di Kali Bekasi sehingga aliran Kanal Tarum Barat menyempit," kata Communication and Social Responsibility Head PT PALYJA Meyritha Maryani kepada detikcom, Senin (3/9/2012).

Meyritha mengatakan, hal ini membuat pasokan air baku untuk kawasan Jakarta menurun. Malahan sekitar pukul 09.00 WIB tadi pasokan yang diterima PALYJA dari Kanal Tarum Barat turun di bawah normal.

"Normalnya 5.600 liter per second (lps), namun sekitar pukul 09.00 WIB hanya diterima 4.200 lps, sehingga mempengaruhi pelayanan kami kepada pelanggan," katanya.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkiraakan musim penghujan di Indonesia akan mengalami keterlambatan. Keterlambatan datangnya musim hujan pada tahun ini disebabkan oleh Badai El Nino yang berkekuatan lemah.

"Badai El Nino ini memang sedikit mengurangi pasokan uap air dari Samudera Pasifik sebelah timur Indonesia," ujar Kepala Pusat iklim Agroklimat dan Iklim dan Maritim BMKG, Nurhayati dalam siaran pers yang diterima detikcom, Minggu (2/9/2012).

Panjangnya musim kemaru juga membuat penambak di Marunda, Cilincing, Jakarta Utara, gagal dipanen.

"Karena musim kemarau, tahun ini harusnya tiga kali panen tapi semuanya gagal sekarang. Saya menderita kerugian Rp 20 juta," kata salah satu pemilik tambak bernama Sutina saat ditemui di Jalan Marunda Baru, Cilincing, Jakarta Utara, Kamis (30/8/2012).

Sutina menjelaskan dalam satu kolam ditanam 1.000 bibit bandeng dan 10.000 bibit udang dengan modal Rp 2 juta, pemeliharaannya saja mencapai Rp 20 juta per tahun. Pendapatan saat panen 1 ton bandeng sebesar Rp 15 juta, dan 100 kg udang mencapai Rp 8 juta.
Sumber : www. detik.com

Informasi Gangguan Pelayanan Air Bersih, 02 September 2012
Sebagian pelanggan Aetra akan mengalami gangguan suplai air sementara pada hari Minggu, 02 September 2012 pukul 20.00 sd. Senin, 03 September 2012 pukul 03.00 WIB, yang meliputi area Kelurahan Koja RW 01 sd RW 12, Jakarta Utara.

Gangguan tersebut sebagai akibat pekerjaan penyambungan pipa diameter 400 mm ke pipa diameter 250 mm, di Jl. Jampea - Dobo, Jakarta Utara.

Pengadaan Barang & Jasa PAM JAYA
Diberitahukan dengan hormat bahwa Lelang Pengadaan Barang & Jasa PAM JAYA Mulai Tahun 2012 telah menggunakan E-Procurement LPSE DKI Jakarta


Partisipasi PAM Jaya dalam Acara "4000 Salam ASEAN"
Jakarta (15/9/2013)
Kementrian Luar Negeri Minggu pagi mengadakan acara "4000 Salam ASEAN" di Silang Timur Monumen Nasional (Monas) Jakarta Pusat. Acara yang merupakan inisiatif para diplomat muda yang sedang dididik di Pusdiklat Kemlu itu diharapkan dapat memecahkan rekor MURI dengan mendatangkan 4.000 orang yang bergandengan tangan mengelilingi Monas atau yang dikenal dengan "ASEAN Holding Hands".

Rangkaian acara diawali dengan senam bersama dan flashmob di Taman Monas, lalu bergerak melingkari Monas untuk melakukan ASEAN Holding Hands (4000 Salam ASEAN). Acara juga dimeriahkan dengan panggung hiburan dan pembagian door prize, serta booth pengenalan profesi diplomat bagi peserta yang berminat untuk menjadi diplomat di masa depan.

Direktur Sekolah Dinas Luar Negeri, Ben Perkasa Drajat, SH, PhD menggandeng PAM Jaya untuk berpartisipasi mensukseskan acara yang digadang-gadang dapat memecahkan rekor MURI. Perusahaan Air Minum milik Pemprov DKI Jakarta yang dipimpin Ir. H. Sriwidayanto Kaderi berpartisipasi dengan menyediakan layanan air minum gratis selama pelaksanaan acara tersebut. Pria kelahiran Klaten, 15 Februari 1962 menjelaskan bahwa kami menyediakan 2.000 gelas air minum yang disediakan dalam fountain/dispenser siap minum. "Air yang disediakan dalam acara ini merupakan air produksi dari Instalasi kami di Pejompongan yang mempunyai standar kualitas air minum sesuai Permenkes 492/2010, bukan dari air tangki pegunungan maupun air dari salah satu merk air kemasan ternama ," tambahnya.

Stand air minum PAM Jaya yang dibuka sejak tadi pagi jam 06.30 WIB sudah mulai dibanjiri oleh warga, baik warga yang sedang berekreasi, berolah raga maupun warga yang mengikuti acara Kemlu di Monas. Vita, Windi dan rekan-rekan dari Universitas Negeri Jakarta turut serta meramaikan stand PAM Jaya bersama warga lainnya yang sedang antri mengambil air minum. Mereka mengaku sengaja datang ke Monas karena mendapat Undangan dari Kementerian Luar Negeri untuk menghadiri acara 4.000 Salam ASEAN.

Penulis :
Mochamad Hatta S.
(Panitia ASEAN Holding Hands dari PAM Jaya)



1 |